Panen padi pada unit Sawah Pendidikan yang dikelola oleh Fakultas Pertanian seluas 7,1 ha yang telah ditanami berbagai padi jenis varietas unggul dan lokal. Varietas yang ditanam berupa padi pangan diantaranya IR 36, IR 42, Siam, Ciherang dan varietas khusus berupa padi merah pulen (pamalen). Teknik penanaman yang digunakan yaitu jajar legowo 4 banding 1 (khusus untuk pemalen) dan metode budidaya padi sistem intensifikasi padi (System of Rice Intensification – SRI) Lokasi bertempat di Desa Sungai Rangas, Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Selasa, 28 September 2021

Dekan Fakultas Pertanian mengaku kondisi tanah sawah pendidikan cukup bermasalah, dimana tanah yang bersifat sulfat masam  menyebabkan pelepasan Al3+ terlarut dari mineral tanah yang bersifat racun bagi tanaman dan menyebabkan penurunan ketersediaan unsur fosfat  bagi tanaman, kandungan pirit pada tanah dan pH tanah yang rendah. “Penanaman ini juga sebagai acuan jika berpotensi menghasilkan maka kedepannya akan dibuka kembali lahan terlantar, karena pengelolaan lahan sulfat masam sendiri memerlukan perlakuan tertentu agar produktivitas padi tidak menurun,” tambahnya.

Varietas yang ditanam berupa padi pangan diantaranya IR 36, IR 42, Siam, Ciherang dan varietas khusus berupa padi merah pulen (pamalen). Teknik penanaman yang digunakan yaitu jajar legowo 4 banding 1 (khusus untuk pemalen) dan metode budidaya padi sistem intensifikasi padi (System of Rice Intensification – SRI). Kedepannya akan ada pengembangan sistem tata air bertingkat agar penanaman tidak terkendala musim, menambah varietas padi yang ditanam, dan beberapa riset akan terus dikembangkan.

Produksi padi diperkirakan mencapai 5 ton/ha, dimana belum sesuai target awal yaitu 6 ton/ ha. Kendala utama dalam budidaya  kali ini berupa tanah sulfat masam yang masih dalam tahap optimalisasi dan pengelolaan  lahan yang terhambat akibat banjir.

Hasil panen padi tahun ini rencananya akan ditangani pasca panennya sedemikian rupa sehingga memotong rantai pemasaran dan menambah nilai jual “Karena harga padi saat ini masih rendah, maka akan dipasok terlebih dahulu sembari dilakukan pengemasan produk untuk meningkatkan harga jual. Untuk hasil penjualan nanti kami alokasikan untuk pembangunan fasilitas penunjang serta modal pengelolaan lahan di penanaman berikutnya,” terang bapak Bambang.

Dekan Fakultas Pertanian berharap kedepannya kontribusi civitas akademika dalam pengembangan sawah pendidikan semakin tinggi, sehingga sawah pendidikan mampu menjadi display teknologi yang disajikan oleh Fakultas Pertanian. (bi, foto: dit)

Credit to:

Lembaga Pers Mahasiswa
Pusaka Hijau Faperta ULM
The Green Journalism
IG : lpmpusakahijau

Panen Perdana di Sawah Pendidikan Fakultas Pertanian ULM – LPM Pusaka Hijau

Related Posts