Pada Hari Kamis, 29 juli 2021, Fakultas Pertanian ULM sudah melaksanakan kuliah umum seri ke 6. Kuliah umum kali ini mengangkat tema PENINGKATAN PERAN KERBAU SEBAGAI PENGHASIL DAGING MERAH: Value Chain dan Market Chain Daging Kerbau di Indonesia. Kuliah umum ini sangat diharapkan menambah wawasan mahasiswa Fakultas Pertanian ULM dalam bagimana mengembang potensi lokal seperti kerbau rawa dan kerbau kalang yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan. Kuliah umum seri ke 6 ini mengundang Dr. Ir. Adrizal,M.Si. yaitu Dekan Fakultas Peternakan Andalas yang juga merupakan Anggota ISSAS (The International Society for Southeast Asian Agriculture Sciences. Beliau mengatakan pada sesi materi bahwa strategi dalam meningkatan konsumtif masyarkat terhadap daging kerbau harus dimulai dari mengedukasi dan membiasakan masyarakat terhadap daging kerbau. Berdasarkan nilai gizi daging kerbau tidak kalah dari daging sapi tetapi pradikma sulitnya membudidayakan di masyarakat itu bagian yang sulit untuk dihilangkan

Kuliah umum seri ke 6 ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian ULM Banjarbaru yaitu Bapak Dr. Ir. Bambang Joko Priatmadi, M.P. beliau pada potongan kalimat pembuka mengatakan “Kuliah umum kali ini menjadi  cara yang tepat untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang kerbau sebagai salah satu sumber daging merah. Hal ini akan membuka wawasan mahasiswa dan khalayak umum dalam mendefenisikan kerbau, karena selama ini kerbau dianggap sebagai salah satu hewan yang sakral sehingga dalam membudidayakan kerbau dianggap sangat sulit dibandingkan sapi dan kambing”. oleh karena itu, kuliah umum seri ke 6 ini sangatlah penting bagi mahasiwa dan masyarakat umum terutama dalam hal menambah wawasan dunia peternakan.

Peserta kuliah umum seri ke 6 berasal dari lintas profesi dan berberapa daerah di Indonesia. Total peserta yang hadir yaitu sekitar 179 orang yang merupakan Mahasiswa Faperta ULM sendiri dan beberapa mahasiswa dari luar ULM. Selain itu, ada pula yang dari instansi pemerintah ataupun swasta. Peserta yang bergabung di room zoom paling jauh berasal dari Aceh dan Maluku . Hal ini menunjukkan besarnya atusias dalam rangka meningkatkan konsumtif masyarakat terutapa pada daging kerbau di Indonesia.

 

Related Posts