Dokumentasi presentasi mahasiswa dalam kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2021 oleh Roshif Syahdan (kiri) dan Lukman Nol Hakim (kanan)

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) diselenggarakan setiap tahun oleh fakultas pertanian dan dua mahasiswa terpilih akan melanjutkan ke tingkat universitas dan berkompetisi dengan mawapres terpilih dari masing-masing fakultas yang ada di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Pemilihan Mawapres dinilai telah memberikan dampak positif pada budaya berprestasi dan menghargai prestasi serta karya mahasiswa dan dapat
mengangkat martabat mahasiswa dan perguruan tingginya.

Mahasiswa calon Mawapres dituntut untuk mendeskripsikan dirinya melalui pengakuan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa baik dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Beberapa bidang utama yang dinilai diantaranya yaitu karier organisasi, hasil karya inovatif, pengakuan menjadi narasumber dan kompetisi kejuaraan. Selain deksripsi diri, mereka juga dituntut dapat mengemukakan gagasan kreatif dalam bentuk poster dan dipresentasikan dengan bahasa inggris. Gagasan kreatif yang dituntut harus bersifat kekinian, dapat menguraikan sasaran yang jelas, hambatan yang dihadapi dan bantuan (resource) yang jelas sehingga ujungnya akan menghasilkan tindakan yang terukur. Mereka juga harus fasih berbahasa inggris agar Mawapres yang terpilih merupakan mahasiswa yang mampu menghadapi tantangan global 4.0 dengan baik.

Mawapres yang terpilih dari Fakultas Pertanian diantaranya Roshif Syahdan dari Program Studi Peternakan sebagai Juara Satu dan Lukman Nol Hakim dari Program Studi Agroekoteknologi sebagai Juara Dua. Roshif Syahdan mengangkat tema “Gerakan Literasi Finansial untuk Memulihkan Kerugian Ekonomi Peternak yang Terkena Dampak Banjir di Provinsi Kalimantan Selatan”. Roshif memiliki gagasan agar pemerintah bekerja sama dengan berbagai stakeholder melakukan pelatihan atau seminar untuk membrikan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan uang secara umum  di peternakan. Sedangkan Lukman Nol Hakim mengangkat tema “Model Agrowisata untuk Meningkatkan Eksistensi Pertanian pada Generasi Muda di Kota Banjarbaru”. Lukman memiliki gagasan lebih kepada mengubah paradigma negatif bidang sektor pertanian yang dicap “kurang menjanjikan, menyerap tenaga kerja nonformal sebagai pengelola agrowisata dan mengentaskan kemiskinan melalui Model Agrowisata. Beberapa peserta Mawapres lain fakultas pertanian yang tidak kalah inovatif diantaranya Alma Dita Dwi Ranasti, Fitrasulam Nabillah, Salsabila Nur Widya, Muhammad Adieb Pasya, Aulia Rahmanita, Tiara Mayasari, Hasnawati, Hadi Liardi Rahman, Andri Widianto, Dita Humaira, Rizal Ramadhan dan Nyke Pebri Dwi Lestari Suyanto.

Related Posts