Penandatangan kerjasama Antara Fakultas Pertanian ULM dengan PT. Baramega Mustika Alam (BMA) dilaksanakan di Aula Anwary Dilmi Fakultas Pertanian pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Kerjasama ini dilakukan untuk mendukung program kampus merdeka yang dicanangkan oleh Meteri Pendidikan, Kebudayaan dan Perguruan Tinggi. Kerjasama antara instasi ini akan menjadi salah satu wadah mahasiswa dalam melakukan praktek dan penelitian sesuai konsep kampus merdeka belajar. Pada penerapan kampus merdeka belajar lulusan diharapkan memiliki keahlian khusus, sehingga diperlukan terjun langsung dengan praktek di lapangan selama 1-3 semester.

PT BMA memulai usaha dengan melakukan penangkaran burung perkicau yaitu cucak rowo dan ikan hias arwana. Saat sekarang PT. BMA mecoba memulai ranah usaha urban farming dengan berfokus pada hidrophonik. Oleh karena itu, kerjasama ini akan mendukung pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh PT. BMA.

Dekan Fakultas Pertanian ULM yaitu Dr. Ir. Bambang Joko Priatmadi, M.P. dalam sambutannya mengatakan “Kerjasama ini akan menjadikan Dosen dan Mahasiswa lebih mudah dapat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi terutama dalam penerapan kampus merdeka belajar. Dimana penelitian yang dihasilkan bisa dipraktekan secara langsung melalui kerjasama ini, terutama hasil-hasil penelitian yang berfokus pada lahan kering dan lahan basah. Oleh karena itu, semoga kerjasama ini bisa memberikan hal baik bagi Fakultas Pertanian dan PT. BMA”. Pernyataan tersebut dikarenakan saat ini Fakultas Pertanian ULM lagi mencoba menfokuskan kajian-kajian pertanian, perkebunan dan peternakan di lahan basah. Selain itu, pengembangan yang ada diusahakan pada unit-unit lahan percobaan yang dimiliki yaitu di sungai riam dan sungai rangas.

Fakultas pertanian sendiri membuka ruang sebesar-besarnya pada kerjasama ini. Terutama dalam pertukaran ilmu dan pengembangan teknologi dibidang Pertanian. Fakultas pertanian dapat dikatakan sbg paket lengkap karena terdiri dari tujuh program studi yang saling mendukung dan melengkapi dari proses hulu hingga hilir dari bidang pertanian. Kerjasama ini sebagai bentuk awal perkenalan antara Faperta dan BMA. Harapan dari pimpinan Fakultas semoga ini mejadi kerjasama yang akan terus berlanjut.

Bapak Eddy Suwignyo sebagai perwakilan sambutan dari PT. BMA memaparkan bahwa “PT. BMA sudah mulai fokus pada pertanian modern yang dikombinasikan dengan wisata. Selain itu, PT. BMA sudah banyak melakukan kerjasama terutama dengan pengusaha pemula yang memiliki semangat dan kegigihan  yang tinggi karena hal itu harus dimiliki seseorang yang ingin berwirausaha”. PT. BMA merupakan anak perusahaan dari PT. BCM yang bergerak dibidang pertambangan.

Bapak H. Johansyah Efendi selaku komisaris dari PT. BMA memaparkan “Sebenarnya dalam memulai usaha ini dengan niat coba-coba terutama dari penangkaran burung berkicau cucak rowo dan ikan arwana. Memulai usaha ini saya mengalami kegagalan, tetapi saya terus berusaha dan belajar. Sehingga usaha tersebut masih berjalan sampai sekarang. Saya sangat berharap keingin besar saya dalam pengembangan pertanian terpadu ini terutama dalam usaha hidroponik bisa menjadi acuan bagi masyarakat yang gaya hidupnya sakarang kearah urban farming”. (RM)

Leave A Comment

Related Posts