Abdul Holid Rahmadi, biasa disapa Holid. Lahir di Pangkalanbun, 25 April 1998. Holid sempat mengenyam pendidikan di TK Nurul Islam Al Wardah, SDN 3 Sidorejo, SMPN 1 Arut Selatan dan menduduki bangku SMAN 1 Pangkalanbun pada tahun 2015 sampai tahun 2017.

Bagi mahasiswa yang mengambil jurusan Ilmu Tanah ini, menulis sudah semacam candu. Namun latar belakang hingga karyanya lolos mendapat penghargaan dikancah internasional yaitu sebagai peraih medali perak dalam kompetisi WICE tingkat internasional di Segi College, Subang Jaya, Malaysia 2019 tentunya sangat menarik.

Dimulai mengirimkan karya ilmiah pertama kali yang diselenggarakan oleh kampus IPB, dimana saat itu Holid masih terhitung sebagai calon mahasiswa baru. Berbekal pengalaman yang dapat dibilang sangat minim dan kurangnya dukungan karena dianggap belum saatnya untuk berkarya tidak membuatnya patah arang. Tahap demi tahap dilalui dengan penuh perjuangan. Dari berusaha keras secara otodidak menyusun abstrak, hingga tahapan selanjutnya yang beriringan dengan padatnya kegiatan mahasiswa baru. Hingga kegigihan Holid medapat sambutan baik dari ketua jurusan program studi Ilmu Tanah, Prof. Ir. H. Fadly H. Yusran, M.Sc., Ph.D. Beliau bersedia membantu dan membimbing kesulitan yang dialami Holid.

Semangat dan keuletan Holid membuahkan hasil, lolos tahap full paper, membawanya terbang langsung ke Bogor. Saat itu, Holid didampingi langsung oleh Prof. Ir. H. Fadly H. Yusran, M.Sc., Ph.D dan mendapatkan kesempatan menduduki juara dua dari lima peserta yang lolos seleksi tingkat nasional, tentunya hal yang luar biasa membanggakan. Terlebih status Holid masih sebagai mahasiswa baru. Pengalaman tersebut kemudian menjadi cikal bakal Holid menggeluti dunia menulis hingga saaat ini.

Saat ini, selain berkiprah dalam event yang berkaitan dengan karya ilmiah Holid juga aktif dalam organisasi, yaitu sebagai legislator muda di Komisi Hukum dan Mahasiswa Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, serta aktif pula dalam proyek dosen di Jejangkit, Barito Kuala.

“Cerdas mengatur waktu, diantaranya dengan membagi pada tingkatan-tingkatan. Pertama yaitu must do, yaitu apa yang harus kita kerjakan. Misalnya beribadah. Yang kedua yaitu kuliah, yang ketiga mengikuti event dan yang terakhir free activity, seperti olahraga atau melakukan hobi lainnya,” ungkap mahasiswa yang mengidolakan Dr. Arif Satria SP, M.Si, saat ditanya bagaimana membagi waktu kuliah dengan kegiatan lain.

“Lebih mengevaluasi diri sendiri, melihat diri sendiri kira-kira apa kontribusi yang bisa diberikan kepada fakultas dimulai dari yang kecil dan sederhana dan terus mengembangkan minat dan bakat dibidangnya masing-masing,” pesan Holid kepada warga Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.

(Oleh: pustaka hijau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *