Nur Cholis, 2019

Siapa tidak mengenal ketua BEM-KM Fakultas Pertanian ULM satu ini?

Nur Cholis atau yang lebih dikenal dengan panggilan Cholis merupakan Ketua BEM-KM FAPERTA Periode 2018/2019. Cholis lahir serta besar di Wenorejo, 11 Desember 1997 tepatnya kecamatan Kesan Hulu kabupaten Tanah Bumbu. Beliau pernah belajar SDN Wenorojo, SMPN 1 Simpang 4 dan SMAN 1 Simpang 4.

Saat ditanya motivasi mencalonkan diri menjadi ketua ketua BEM, Cholis berpendapat karena keinginan tersebut muncul dengan sendirinya saat mengenal organisasi, ditambah dukungan dari teman dan senior.

Bagi mahasiswa yang memiliki hobi bermain futsal ini, gambaran tentang pimpinan ideal adalah pemimpin memiliki sifat tanggung jawab, peka terhadap anggota, kegiatan sendiri dan lingkungan sekitar ditambah sifat paling penting yaitu berani berproses.

Dalam menajemen waktu dan kuliah Cholis tidak memiliki trik khusus. Motivasi beliau adalah ‘jalani saja’. “Karena kebetulan kuliah jarang praktikum, jadi beban kuliah lebih ringan, selain itu karena sudah niat dari awal untuk mengabdi jadi tangung jawab satu tahun ini fokus berorganisasi di BEM.”

Menjabat menjadi mahasiswa nomor satu di Fakultas Pertanian tentunya mengatasi banyak isu menarik, antara lain dalam ruang lingkup fakultas adanya masalah jam malam, perizinan ruangan dan masalah parkiran, contohnya kehilangan helm. BEM mencoba mengurus agar ada tanggung jawab dari fakultas. Sedangkan dalam lingkup universitas, isu yang dihadapi ada kahutla, penyelewengan dana ketua BEM universitas serta pembuatan RUUKUHP/UUD.

Selama Cholis menjadi ketua BEM kesadaran diri sendiri merupakan kendala utama dalam menjalankan tugas. Sebenarnya solusinya sederhana. Bagaimana cara memposisikan diri kita supaya ketika dilihat orang lain mempunyai tanggungjawab dan peningkatan kesadaran diri akan tanggung jawab masing-masing anggota agar lebih peduli kepada BEM.

Cholis mengaku memiliki kesan tersendiri selama menjabat menjadi Ketua BEM-KM kali ini. “Seorang pemimpin itu sakit, harus berani jatuh., berani di injak-injak. Dari situ kita dapat belajar bertindak sebagai pemimpin, bagaimana berorganisasi yang baik, mengatur waktu dan bertanggung jawab,” paparnya

“Jangan sungkan untuk berproses, jangan malu untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang dinilai sebelah mata oleh orang lain, tanggung jawabnya ditekankan. Jangan sampai saat kepengurusan nanti hilang. Rangkullah senior-senior dan semua elemen yang ada di Fakultas Pertanian.” pesan dari ketua BEM 2018/2019 untuk calon ketua BEM selanjutnya.

(Oleh: pustaka hijau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *